Allah itu Maha Baik

Allah itu Maha Baik. Di balik segala ketentuannya, Allah telah menyiapkan segenap kebaikan di dalamnya. Pun, mengapa Allah perjalankan aku di suatu tempat ‘antah berantah’. Allah tengah mengabulkan sebagian doa dan menganugerahkan seluas kebaikan.

Continue reading

#tadabburdaily: Dengki

Sudah lama saya tidak menjenguk blog ini. Terlintas, ingin mendokumentasikan beragam lintasan saat bertadabbur. Sederhana saja, mencari padanan ayat saat membahas salah satu topik bahasan. Hal itu saya teladani bagaimana Ust Abdul Aziz Abdur Rauf menjelaskan makna sebuah ayat kepada kami.

Continue reading

Rasanya, Aku tak Mampu..

Di perjalanan hari ini, ular besi membawaku pergi bersama hayatan surah yang menenangkan. Setelah sekian lama hijrah, melangkah keluar dari rumah istimewa bernafas Al-Quran, nampaknya pelafalan huruf-huruf ajaib ini bertambah kacau di lidahku. Tak seirama betul, tak konsisten memanjang dan memendek. Seringkali berburu dengan waktu, hingga hak-haknya tak lagi ditunaikan. Istighfar, lagi-lagi sebagai peluruhnya. Continue reading

Penat yang kepayahan

Rasanya, hanya dengan barisan huruf ini saya berbagi. Begitu banyak air terkuras perihal yang sama. Apakah aku belum jua lulus uji? Mungkin. Tapi saya yakin, bukanlah demikian. Inilah jalannya. Proses yang cukup panjang.

Mungkin karena faktor diriku saja, sehingga lambat nian ia bergerak. Selama doa terus dipanjatkan, selama itu pula saya akan bertahan. Apakah saya atau waktu yang akan menjawab? Lihatlah nanti.

Lantas, ada hal lain dan ia ternyata penting. Sepertinya salah saya yang menjadikannya pelampiasan. Tapi salahkah, jika titik jenuh telah mengalami kepayahan. Saya ingin rehat dari dunia ini. Saya ingin menyambung cita yang sempat mengendur?

Tidak. Bukan tergesa. Ia telah lama disimpulkan. Telah kucoba opsi-opsi itu, tapi tetap saja. Nihil hasilnya. Percuma jalinan waktu itu? Tidak, bagiku tidak. Karena ia adalah rangkaian ajar bernilai emas pengalaman. Bahwa hanya kepada Allah, untuk Allah dan bagi Allah-lah saja.

Rabbi..tawakaltu ‘alaLlah..

Tersiar Kisah

Tersiar sebuah kabar, anak durhaka telah berbuat onar. Terkenang kisah batu menangis di tepi pantai. Ranah Minang berkisah, titah amarah seorang ibu membawa petaka pada durjana laku sang buah hati. Ah, samakah kisah itu? Akankah ada batu menangis itu terulang?

Terik masih malu. Semilir angin menambah syahdu, siang ini langit terasa sejuk sekali. Raksasa batang mangga berkuasa di atas rumahku. Akarnya saja menghujam dalam ke bumi, sedang rumahku hanya terlampau beberapa meter saja. Tapi, penuh kesyukuran kami hanturkan. Rasanya begitu besar kelimpahan hidup di antara ruang raksasa mangga dan tanah.

(bersambung)