#tadabburdaily: Dengki

Sudah lama saya tidak menjenguk blog ini. Terlintas, ingin mendokumentasikan beragam lintasan saat bertadabbur. Sederhana saja, mencari padanan ayat saat membahas salah satu topik bahasan. Hal itu saya teladani bagaimana Ust Abdul Aziz Abdur Rauf menjelaskan makna sebuah ayat kepada kami.

Hingga terbesit dalam doa, semoga kami bisa meneladani beliau menjadi lisaana shidqin ‘aliyyan. Meski belum didukung kafaah keilmuan syar’iyyah, hanya lintasan tadabbur yang sangat sederhana.

(وَوَهَبْنَا لَهُمْ مِنْ رَحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا)

Lintasan tadabbur kali ini adalah tentang dengki.

Salah satu sifat buruk yang berpotensi dimiliki manusia adalah sifat dengki. Penyebabnya bisa karena apapun. Namun yang jelas, seorang pendengki tidak rela jika si fulan/ah mendapat kebaikan dari Allah Swt.

Persis seperti sifat Bani Israil. Di beragam ayat, Allah beberkan salah satu sifat khas kaum ini. Mereka akan dengki jika kekuasaan diberikan kepada orang yang tidak dianggapnya pantas, kecuali kaum mereka sendiri.

Ust Abdul Aziz mengisahkan hal itu sebagai ungkapan under capacity terhadap Thalut.

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ۖ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana Thalut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

(Al-Baqarah: 247)

Juga dengki karena khatmun Nabi pun bukan dari golongan mereka. Padahal mereka telah menyebar di sepanjang jazirah Arab guna menyambut penutup para Nabi itu.

Tapi lucunya, mereka selalu mendustai kebenaran yang dibawa para Nabi dan Rasul yang hadir di tengah mereka. Bahkan, sebagian dibunuhnya.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an),” mereka menjawab, “Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.” Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Al-Qur’an) itu adalah yang hak yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Muhammad), “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman?”

(Al-Baqarah: 91)

Soal dengki kembali. Jika ada hamba Allah ikut mendengki terhadap capaian-capaian kita, tak ada solusi lain yang Allah berikan kecuali tiga ayat yang redasinkya hampir serupa.

Kata Allah, maafkanlah dan berlapangdadalah..

فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Maka maafkanlah dan berlapangdadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

(Al-Baqarah: 109)

Kata Allah, maafkanlah, mohonkan ampun untuk mereka dan bermusyawarahlah jika memang perlu ada hal yang diluruskan.

فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ

Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.

(Ali-Imran: 159)

Kata Allah, maafkanlah dan biarkan mereka dengan kedengkiannya itu. Tersebab hati, adalah kuasa Allah dalam genggaman-Nya.

فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

…maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

(Al-Ma’idah: 13)

Masya Allah, Tabarakallah. Tak ada solusi lain yang Allah berikan kecuali ketiga ayat tadi. Mari kita maafkan, berlapangdada, mohonkan ampun, bermusyawarah dan biarkan.

Bagaimana tidak mungkin musuh Allah tidak akan jatuh cinta kepada Rasulullah Saw jika akhlak beliau sedemikian indahnya. Terlebih kepada para musuh dan orang-orang yang dengki kepada beliau.

Sedang, ibunda Aisyah ra menyebut akhlak Rasul adalah Alquran. Bagaimana alquran berkisah, begitulah dulu Rasulullah menuturkan wahyu Nya kepada para sahabat. Begitu pula yang mereka saksikan dalam pribadi Rasulullah.

Dan Rasulullah Saw memberikan tips and trick berupa doa untuk kita dawamkan setiap harinya. Doa yang sangat kita hafal redaksinya. Untuk dirutinkan dalam dzikir bakda shalat, doa pagi dan petang hingga menjelang tidur.

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
...dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

(Al-Falaq: 5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s