Terbalik :)

Sebuah petuah kembali didapatkan. Membalik cara yang umumnya orang lain lakukan. Apa itu? 🙂

Jika biasanya, kita akan bersyukur jika berbahagia dan menguat-nguatkan diri untuk bersabar kala berduka, maka kini lakukanlah dengan terbalik. Bersabarlah ketika berbahagia, dan bersyukurlah ketika berduka.

Jiwa mana yang tak menggebu, jika datang padanya kabar gembira? Raga mana yang tidak melonjak bahagia, jika datang padanya keberuntungan tak terduga? Namun, jiwa mana yang tak bersempit dada, jika datang padanya kabar duka? Raga mana yang tidak merengut sedih, jika datang padanya kerugian bertumpuk-tumpuk?

Bersabarlah, menahan diri berlonjak tak semestinya. Bersyukurlah, menahan diri merutuki nasib. Bukankah yang baik bagi kita belum tentu baik menurut Allah? Bukankah yang buruk bagi kita, barangkali ialah terbaik yang ditetapkan Allah bagi kita? Maka bersegeralah, berbuat tanpa henti sejenak. Bukankah, istirahat kita adalah surga? 🙂

Bersyukurlah, sebab Allah berpesan pada kita:

“..dan barang siapa yang mengerjakan kebajikan sedang dia (dalam keadaan) beriman, maka dia tidak akan khawatir akan perlakuan zhalim (terhadapnya), dan tidak (pula khawatir) akan pengurangan haknya..” (Thaha: 112)

Bersyukurlah, karena setiap kita telah ditentukan takdirnya sejak zaman azali. Tidaklah khawatir jiwa mu’min, akan apa yang dijauhkan darinya. Tidak pula khawatir jiwa mu’min itu, akan apa yang tidak terlaksana hajatnya.

 

Bergegas membenahi ingatan,

Jakarta, hitungan belas bulan Jumadil ‘Ula

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s