Rindu

Ada yang mengalun, kembali menelusup, jauh dan dalam sekali. Ternyata masih ada dan masih sama. Berkelebatan haru. Dia masih disana, bertengger di samudera sanubari yang ku kira telah mengering. Bercampur padu di peraduan biru. Di ufuknya, garis batas biru yang berbeda resonansi itu membuatku takjub. Panjangya, ingatkan aku waktu itu. Ah, sudah lama rupanya ia berlalu. Continue reading