Aku ini pemarah!

Aku ini pemarah lagi mudah tersinggung egonya. Aku ini mudah sekali berubah moodnya hanya berselang jam dan menit. Aku ini keras kepala dan tak mudah mengubah keputusannya. Tak sabar bertele-tele atau menunggu yang tak jelas kabarnya. Ya, aku ini koleris kuat. -akunya, dalam salah satu riwayat tulisan rahasianya.


Dan lucunya, Dia hadirkan kisah-kisah yang mau tak mau, aku harus bertemu dengan poin-poin yang tak disukainya itu. Maklum, lahir dan besar di keluarga pedagang yang terdidik keras dan disiplin, serta diamanahi pekerjaan fisiknya masing-masing, maklum, jika watak kami cenderung keras pula.

Tapi ya, tapi. Mungkin asah demi asahan-Nya, meski belum mengubah semuanya, setidaknya ia jauh berkurang tenimbang dulu. Keras yang bertemu keras lalu berkonflik menimbulkan lompatan listrik kesana kemari. Medan magnetik yang ditemukan dengan sesama kutubnya. Huh.

Mungkin, itulah cara yang paling tepat.

Dan baru ku sadari kini, beragam salah-salah yang lalu itu, mengajariku untuk terus bersyukur. Bahwa kesempatan mengenyam iman dan mengaplikasikan taqwa adalah nikmat yang tiada banding. Apatah lagi yang dirindukan si pemarah ini kecuali ampunan dan surga-Nya.

Tangannya kembali bergerak, kembali menegaskan sesuatu yang lain.

Aku ini pemarah lagi mudah tersinggung egonya. Ia temukan aku dengan orang pemarah. Agar aku belajar merendam marah dengan tertawa dan melupakan.

Aku ini mudah sekali berubah moodnya hanya berselang jam dan menit.

Lalu Dia temukan aku dengan orang yang moodynya lebih akut. Agar aku belajar, bunuhlah mood dengan kelurusan niat.

Aku ini keras kepala dan tak mudah mengubah keputusannya. Dan Dia temukan aku dengan seseorang yang tak bisa diganggu gugat. Agar aku belajar, kebenaran itu dapat datang dari siapapun juga. Termasuk mereka yang lebih mudah darimu.

Aku ini tak sabar bertele-tele atau menunggu yang tak jelas kabarnya. Lalu Dia kabarkan aku dengan seseorang tanpa kabar sebab malu keadaan dirinya diketahui orang lain. Agar aku belajar malu dan selalu mengambil peluang kebaikan membantu saudaranya.

Ya, aku ini koleris kuat. Namun bukan berarti kalah dengan dirinya.

Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s