Skripsi?

Untuk ke sekian kalinya, laki-laki ini tak henti menyampaikan petuah, mengisahkan perjalanannya sewaktu muda bahkan menawariku banyak hal untuk membantu atau sekedar menyemangati diri yang tampak malas menjamah skripsi. Saat malam beranjak, jika sempat kami berbincang pesan, lagi-lagi ia tak bosan mengingati. Padahal.., ah sudahlah.

Aku justru bertanya lebih dulu padanya, “istri bapak tahu?”

Seketika ia menjawab iya. Bahkan seluruh percakapan kami sudah melalui screening olehnya. Dia pun menambahkan, “bahkan seluruh kegiatan di mabes, orang-orang di dalamnya, dia tahu semua.”

Alhamdulillah, baguslah jika demikian adanya. Laki-laki setengah baya itu pun bercerita panjang soal kisahnya semasa muda. Masa seusiaku yang gamang dengan tugas akhir serta sibuk dengan urusannya. Sekian lama menunggu kisahnya berakhir, alih-alih aku hanya menyimak dan merespon sekenanya.

Tampaknya, sulit sekali meyakinkan gadis keras kepala ini. Bahkan, setelah sekian lama ia berusaha mengetik kisah hikmah cukup panjang, dalam sedetik seenaknya ia menjawab, “kisahnya sudah umum. Terlalu mainstream, hapal diluar kepala.” Kalau ada transformasi informasi 7G yang bisa memindahkan benda melalui gelombang elektromagnetik, barangkali kepalaku sudah tertimpuk sandal yang dikirim melalui ponselnya. Mirip teknologi era Nabi Sulaiman, ya? :3

Ayolah, Us. Semangat. Kasih tahu aja, apa yang perlu saya bantu.”

Tak bermaksud untuk menghindari bantuannya, aku kembali bertanya, “mengapa? Apa karena sejarah kita yang sama?

Iya. Dan saya percaya, bukannya Uus tidak mampu, tapi Uus yang belum mau.”

Aku terkekeh. Benarkah? 😀

Di lain kesempatan, aku bertanya soal buku-buku tertentu yang mungkin bisa diwariskan darinya. Sekaligus meyakinkannya, ada sedikit kemauan untuk mendengar petuah-petuahnya yang dianggap angin lalu itu. Atau bertanya soal mesin komputer, piranti, problem solving laptop yang eror, dan lain-lainnya. Lucunya, tiap kali permasalahan laptop ku sampaikan lalu ia belum bisa membantu, ia akan bertanya, “terus, skripsinya bagaimana? Datanya aman?”

Tenaang.. Belum kok. :D”. Hayya. Timpuk sendal lagi. 😀

Kalau sudah menyerah tak mampu meyakinkan, dengan terpaksa ia bilang, “bagaimana pun juga, tetap Uus yang pegang kemudi. Selamat berkendara, semoga selamat sampai tujuan.”

Terakhir kali, kalau tidak salah kemarin, ia kembali menanyakan kabar laptop dan mengirimkan petuah kisah, lagi-lagi tentang skripsi. Tak bosan juga ya? 🙂

Lantas aku menjawab pesannya,

“Bukan soal sekarang atau nanti, cepat atau lambat, mentok data atau tema. Skripsi insya Allah sudah ada jadwalnya, September nanti. Sekarang, saya sedang fokus hal lainnya.” Dan berharap, setelah satu hal ini selesai, Allah akan memudahkanku menyelesaikan beberapa tugas yang tertunda, skripsi salah satunya.

Setiap kaki memiliki sepatu dan jalannya masing-masing, bukan? Ini hanya soal ketaatan, penerimaan dan menjalankan peran yang sudah ada. Insya Allah, ia akan tetap diselesaikan, segera. Terima kasih sudah sering mengingatkan.” Iya, salah satu tugas itu pun menuntutku memahami bidang ini, bidang studiku saat ini. (Garuk-garuk kepala)

Tak seketika ia merespon langsung, tapi melalui obrolan pesan lain bersama kawan-kawan ia merespon jawabanku yang bercampur aduk dengan tema lain.

Dan ketaatan butuh fase pemahaman yang panjang, bukan?”

“Iyap, betul sekali…”. Bercampur dengan jawaban acak tema yang sedang hangat dibicarakan kawan. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s