Lagi dan lagi

Lagi-lagi bukan soal tua atau mudanya kita telah menjadi manusia. Meski seharusnya, semakin menua ia makin bijaksana.

Lagi-lagi bukan soal kepakaran manusia akan bidang tertentu. Meski seharusnya, semakin lama menekuni satu bidang, ia makin memahami segala hal permasalahan.

Lagi-lagi bukan soal panjangnya pengalaman dan jam terbang. Meski seharusnya, ia yang berpengalaman akan makin arif menyikapi.

Ya, lagi-lagi bukan soal sunatullah yang ada pada padi. Semakin berisi, ia makin merunduk. Bukan seperti asap yang mengangkat dirinya, lalu raib tak bersisa.

Ini soal ‘qadarullah’, ‘kehendak Allah’. Sebab manusia telah dianugerahi hati, yang dengannya ia akan mulia atau mungkin hina. Sedang hati ini begitu rawan berubah dalam hitungan detik dan tak terduga.

Hati ada dalam genggaman-Nya, yang menjadi kehendak-Nya ‘kan menjadikan ia lembut dan diterangi cahaya huda. Atau mungkin sebaliknya, mengeras lagi gelap gulita.

Ialah Dia, yang melimpahi kefaqihan kepada siapa yang dikehendaki. Melimpahi cahaya kepada hamba yang dikehendaki. Cahaya yang tiada seorang pun mengejawantahi atau pun menghalangi.

Ialah Dia, yang menganugerahi kerajaan dan kekuasaan pada siapa yang Ia pilih, serta mencabunya dari siapa yang Dia kehendaki. Mempergilirkannya, sebagai bentuk mekanisme regenerasi.

Ialah Dia, yang Maha mengganti siang dan malam tanpa pernah bertemu satu sama lainnya. Ialah Dia, Maha yang menghidupkan lagi mematikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s