Kelak, duhai adikku

Kelak, jika tiba masanya, engkau pun akan tahu, Dik. Menjadi seorang kakak dengan segala konsekuensinya.

Kelak, jika tiba waktunya, engkau pun akan memahami, Dik. Menjadi yang dituakan, diteladankan, dipanutkan, dan diembeli segenap tugas asisten ayah juga ibu.

Kelak, engkau pun akan mendewasa seiring bertambahnya usia, berkurangnya jatah umur di dunia. Engkau akan merasai perbedaan demi perbedaan yang akan memperkaya jiwa.

Kelak, engkau pun akan menua dan memanggu segenap tugas yang tak pernah dibebankan sebelumnya.

Kelak, engkau pun akan memahami bahwa baik buruknya kita kini ‘kan menjadi riwayat hidup kita nanti. Apapun yang terjadi kini, ia akan menjadi memori wawasanmu yang berguna bagi hidupmu.

Kelak, engkau akan menyadari sepenuhnya. Konflik demi konflik kita akhir-akhir ini adalah sunnatullah. Bentuk cinta yang tak berwujud romansa.

Kelak, engkau mengerti bagian demi bagiannya. Bahwa kesatuan laku, lisan dan hati akan berwujud sama membutuhkan waktu yang cukup lama.

Kelak, jika Allah mengkhendaki, mimpi-mimpi kita akan berwujud sesuatu yang lain, yang tak pernah kau pikirkan sebelumnya.

Kelak, engkau akan menginsafi, ekspresimu kini adalah pertanda engkau masih muda hidup di dunia. Engkau, masih memiliki jalan yang panjang untuk banyak belajar.

Kelak, engkau pun akan mensyukuri, betapa manis pendidikan Allah kepada hamba-Nya.

Kelak, engkau pun akan menginsafi perpisahan kita. Engkau dan aku tak lagi bisa menjadi kita sedia kala.

Kelak, engkau pun mengerti sepenuhnya. Ada yang lebih manis dari apapun jua. Ialah cinta lagi sayang antara muslim sebab iman dan darahnya. Ya, sebab kita bersaudara erat, sangat erat.

Kelak, aku akan mensyukuri, engkau akan tumbuh mendewasa, arif lagi bijaksana. Engkau ‘kan nampak dengan amal dan kontribusimu.

Dan untuk kelak, aku selalu berdoa demi kebaikanmu dan semoga, kita ‘kan kembali berkumpul di jannah-Nya sebagaimana dulu di dunia.

Doa-doa tulus ku kirimkan kepada-Nya, agar Dia menggantikan belai sayangku melalui cinta-Nya yang lain.

Teruntuk adik-adikku sayang,
Kelak, semoga. Sebab aku begitu mencintai kalian semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s