Cahaya #2

Hei, diri. Apa kabarmu? Masihkah engkau terseok mengejar-ngejar waktu seperti kala itu? Mencari celah, menyempat-nyempatkan diri. Agar waktu yang terasa sedikit ini, engkau mampu menunaikannya.

Hai, diri. Masihkah engkau tersengal kehabisan napas untuk membiasakan hal baru? Hingga segenap penyakit seperti keluar menghinggapi? Menahan lisan tak bersuara, menahan pening di kepala, atau mungkin sesekali menahan jalan napasmu serta rasa gemeretak di sekujur badan?

Bagaimana kabarmu? Apakah hati-telinga-mata-kepala mu sudah berganti fokusnya? Hayya, nafsi! Hayya! Apa yang tengah kau pikirkan?

Ah, aku.. Waktuku banyak luangnya. Kerongkonganku sudah mulai terbiasa. Tapi..

Apakah kau tengah memikirkan dunia? Apakah kau lupa? Tak ‘kan pernah habis ia diukir, ia akan terus meminta waktumu hingga kau lupa jalanmu. Apakah kau lupa? Biarkanlah Allah yang menentukan akhirnya, gadaikan saja harapanmu hanya pada Dia. Ya, Dia!

Seberkas cahaya menelusup. Ayo, geliatkan dirimu bermandikan Cahaya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s