Sebuah Fragmen

Ah, entahlah. Kuncup di sana bilang, “sabarlah, sebentar lagi. Tak lama lagi. Engkau akan menjejakan kaki di sebuah bilik, disanalah kau sebenar berjuang.” Ia mencoba merayu aku yang mulai merajuk. Tapi.., “ah, terlalu banyak tapi!” Seketika, salah seorang di sana gemas melihat keraguanku. Ia bilang, “bahkan, setelah melangkah sejauh ini?”
Continue reading