Sebuah Fragmen

Ah, entahlah. Kuncup di sana bilang, “sabarlah, sebentar lagi. Tak lama lagi. Engkau akan menjejakan kaki di sebuah bilik, disanalah kau sebenar berjuang.” Ia mencoba merayu aku yang mulai merajuk. Tapi.., “ah, terlalu banyak tapi!” Seketika, salah seorang di sana gemas melihat keraguanku. Ia bilang, “bahkan, setelah melangkah sejauh ini?”
Continue reading

Warna

Jika obrolan tak tentu arah kami sampai tentang warna, baik soal kegemaran, komentar produk, kesoktahuan saya soal efeknya pada marketing maupun saran warna yang dimintanya untuk memilihkan warna untuknya. Dia pasti akan berujrar begini:

“Uus mah warna bumi, warna tanah atau kalau ngga warna langit. Ngga jauh-jauh dari warna ini dan itu…”

Aku terkekeh saat ia menyebutkan list warna yang dimaksud. Iyakah? 😀