Ayah, boleh aku mengadu?

Ayah, boleh aku mengadu? Di tempat ini, ku temukan sosok lain semisal dirimu. Diam dan tenangnya, keseluruhan lakunya, ia mengingatkanku selalu padamu.

Secara kasat mata, tak nampak persamaan sedikitpun antara ia dan engkau. Ia tak selegam kulitmu yang terbakar matahari. Setangguh pundakmu menahan beban. Engkau, berpeluh habis-habisan demi kami, senantiasa bertahan meski aral seringkali datang.

Seringkali membuatku takjub. Terbuat dari apakah hati dan semangatmu itu? Hingga ia tak pernah aus meski tenagamu mulai ringkih.

Meskipun begitu, ia yang disini pun tampak istimewa, seistimewa dirimu. Tak pernah aku bermaksud mendua padamu. Bahwa aku, merasa punya banyak ayah.

Engkau tahu, di dunia ini cuma ada satu ayah terhebat. Dialah engkau, ayahku nomor satu di dunia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s