Ayah, boleh aku mengadu?

Ayah, boleh aku mengadu? Di tempat ini, ku temukan sosok lain semisal dirimu. Diam dan tenangnya, keseluruhan lakunya, ia mengingatkanku selalu padamu.

Secara kasat mata, tak nampak persamaan sedikitpun antara ia dan engkau. Ia tak selegam kulitmu yang terbakar matahari. Setangguh pundakmu menahan beban. Engkau, berpeluh habis-habisan demi kami, senantiasa bertahan meski aral seringkali datang. Continue reading

Kadang..Ayah!

Kadang, ada makna yang tak sampai melalui rangkaian kata. Justru diam menjadi penghubung komunikasi makna yang eksklusif, antara hati dan hati.

Kadang, terlalu lembut itu amat menjemukan. Dibutuhkan ketegasan untuk memisah batas hitam dan putih yang kadang nampak bercampur.

Kadang, larangan-larangan menyebalkan itu amat menyelamatkan. Sedang pujian justru melemahkan bak anak panah yang melesat.

Kadang, sikap acuh adalah tempaan yang menguatkan. Melatih jiwa-jiwa kuat, lahirkan kemandirian dan patriot yang pantang bermanja.

Kadang, ekspresi cinta tak butuh cukup kata atas pembuktian. Dimana peluh tenaga, pikiran dan pengorbanan, tak punya banyak kata demi yang dicinta.

Kadang, peluk dan belaian kasih dikala lemah tak punya daya magis apa-apa. Ia dikalahkan oleh doa-doa tulus yang menggetarkan ‘arsy memaksa Allah untuk mengabulkan.

Kadang, aku tak percaya bahwa melupakan dunia justru membuatmu dicari dunia. Melalui sikap-sikapmu yang tak biasa itu.

Dan kini, mau tak mau aku mempercayainya. Aku melihatnya pada sosok yang tampak amat biasa. Terbebasnya dirimu dari ragam aksesori dunia, menjadikanmu teramat istimewa.

Kini, sosok itu selalu nampak di hadapanku. Memaksaku menjadikanmu panutan, inchi demi inchi. Sosok itu..Ia ada padamu, Ayah.

Ayah kebanggaan, Ayah nomor satu di dunia!

Jangan Biarkan!

Waktunya kencangkan ikat kepala! Jangan biarkan ia tertunduk, kecuali malu. Jangan biarkan kenyang, kecuali berbuka. Jangan biarkan ia bersandar, kecuali sejenak. Jangan biarkan ia tertidur, kecuali sedikit. Jangan biarkan ia mendengar, kecuali yang baik. Jangan biarkan ia melihat, kecuali yang baik. Jangan biarkan ia berbicara, kecuali yang baik.

Agar senantiasa, hanya kebaikan yang meliputi kebaikan dalam setiap prosesnya. Duhai Dzat Pemilik Kebaikan, anugerahilah kami kebaikan yang tak pernah terputus dan terus menerus menghasilkan kebaikan-kebaikan baru. Aamiin.