Ah, Otak. Eh, Otak-Otak

Segala tentang pertanyaan muncul dari kepala ini. Ukurannya tak pernah melebih seperempat tubuh, bahkan tangan di dekatnya pun jauh lebih panjang. Akan tetapi, segala hal tentang diri ini-dan seluruh anggota tubuhnya-tergantung apa yang ada di dalamnya. Pasokan oksigen dan darah pun diserap demikian banyak olehnya. Dialah otak dengan milyaran sel, penentu kualitas manusia. Apakah ia termasuk pengguna otak yang serius atau abai dengan keajaibannya? Ia disinonimkan dengan akal. Maka tak jarang, jika manusia abai dianggap sebagai manusia tak berakal. Bukan tak punya otak, tapi manusia tak berakal adalah mereka yang abai bahwa mereka punya otak! Continue reading

Sabana?

Di pelataran kisahku kini, terbentang sabana nan luas. Apa yang kau lihat? Apakah rerimbunan pohon berduri nan jarang ataukah padang rumput nan tinggi? Sejenak ku berpikir. Jika benar begitu, barangkali rerimbunan ide itu belum tertuang sepenuhnya. Ia terperangkap duri ego dan memaksanya tak banyak tumbuh. Atau barangkali, banyak isme-isme yang merangkai kata untuk penjarakan ide! Duhai. Continue reading