Tersiar Kisah

Tersiar sebuah kabar, anak durhaka telah berbuat onar. Terkenang kisah batu menangis di tepi pantai. Ranah Minang berkisah, titah amarah seorang ibu membawa petaka pada durjana laku sang buah hati. Ah, samakah kisah itu? Akankah ada batu menangis itu terulang?

Terik masih malu. Semilir angin menambah syahdu, siang ini langit terasa sejuk sekali. Raksasa batang mangga berkuasa di atas rumahku. Akarnya saja menghujam dalam ke bumi, sedang rumahku hanya terlampau beberapa meter saja. Tapi, penuh kesyukuran kami hanturkan. Rasanya begitu besar kelimpahan hidup di antara ruang raksasa mangga dan tanah.

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s