Penat yang kepayahan

Rasanya, hanya dengan barisan huruf ini saya berbagi. Begitu banyak air terkuras perihal yang sama. Apakah aku belum jua lulus uji? Mungkin. Tapi saya yakin, bukanlah demikian. Inilah jalannya. Proses yang cukup panjang.

Mungkin karena faktor diriku saja, sehingga lambat nian ia bergerak. Selama doa terus dipanjatkan, selama itu pula saya akan bertahan. Apakah saya atau waktu yang akan menjawab? Lihatlah nanti.

Lantas, ada hal lain dan ia ternyata penting. Sepertinya salah saya yang menjadikannya pelampiasan. Tapi salahkah, jika titik jenuh telah mengalami kepayahan. Saya ingin rehat dari dunia ini. Saya ingin menyambung cita yang sempat mengendur?

Tidak. Bukan tergesa. Ia telah lama disimpulkan. Telah kucoba opsi-opsi itu, tapi tetap saja. Nihil hasilnya. Percuma jalinan waktu itu? Tidak, bagiku tidak. Karena ia adalah rangkaian ajar bernilai emas pengalaman. Bahwa hanya kepada Allah, untuk Allah dan bagi Allah-lah saja.

Rabbi..tawakaltu ‘alaLlah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s